Saturday, March 22, 2014

Laporan Praktikum "Deteksi Bakteri Amilolitik dan Proteolitik dari Rumen"

Posted by Raeri Kim at 5:03 AM


LEMBAR HASIL KERJA 
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
 
Judul Praktikum   : Deteksi Bakteri Amilolitik dan Proteolitik dari Rumen
Nama/NIM mhsw   : Wenny Saptalisa/08091004046        
Kelompok             : IV (empat) 
Asisten               : Amelia Nur P.                                
 Tanggal             : 12 April 2012
I.     TUJUAN
Tujuan praktikum ini adalah :

II.  DASAR TEORI
Proses pencernaan makanan pada ternak ruminansia relatif lebih kompleks dibandingkan proses pencernaan pada jenis ternak lainnya. Proses pencernaan pada ternak ruminansia dapat terjadi secara mekanis di mulut, fermentatif oleh mikroba rumen dan secara hidrolis oleh enzim-enzim pencernaan. pakanyang telah berada dalam rumen dikembalikan ke mulut (proses regurgitasi), untuk dikunyah kembali (proses remastikasi), kemudian pakan ditelan kembali (proses redeglutasi). Selanjutnya pakan tersebut dicerna lagi oleh enzim-enzim mikroba rumen. Kontraksi retikulo rumen yang terkoordinasi dalam rangkaian proses tersebut bermanfaat pula untuk pengadukan digesta inokulasi dan penyerapan nutrien.
Selain itu kontraksi retikulorumen juga bermanfaat untukpergerakan digesta meninggalkan retikulorumen melalui retikulo-omasal orifice. Di dalam rumen terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya. Mikroba rumen dapat dibagi dalam tiga grup utama yaitu bakteri, protozoa dan fungi. Kehadiran fungi di dalam rumen diakui sangat bermanfaat bagi pencernaan pakan serat, karena dia membentuk koloni padajaringan selulosa pakan. Rizoid fungi tumbuh jauh menembus dinding sel tanaman sehingga pakan lebih terbuka untuk dicerna oleh enzim bakteri rumen. 

Bakteri rumen dapat diklasifikasikan berdasarkan substrat utama yang digunakan, karena sulit mengklasifikasikan berdasarkan morfologinya. Kebalikannya protozoa diklasifikasikan berdasarkan morfologinya sebab mudah dilihat berdasarkan penyebaran silianya. Beberapa jenis bakteri yang dilaporkan oleh Hungate (1966) adalah bakteri pencerna selulosa yaitu Bakteroides succinogenes, Ruminococcus flavafaciens, Ruminococcus albus, Butyrifibriofibrisolvens. Bakteri pencerna hemiselulosa yaitu Butyrivibrio fibrisolvens, Bakteroides ruminocola, Ruminococcus sp.. Bakteri pencerna pati  yaitu Bakteroides ammylophilus, Streptococcus bovis, Succinnimonas amylolytica. Bakteri pencerna gula yaitu Triponema bryantii, Lactobasilus ruminus. Bakteri pencerna protein Clostridium sporogenus, Bacillus licheniformis
Protozoa rumen diklasifikasikan menurut morfologinya yaitu holotrichs yang mempunyai silia hampir diseluruh tubuhnya dan mencerna karbohidrat yang fermentabel, sedangkan oligotrichs yang mempunyai silia sekitar mulut umumnya merombak karbohidrat yang lebih sulit dicerna. Di dalam rumen terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya. Mikroba rumen dapat dibagi dalam tiga grup utama yaitu bakteri, protozoa dan fungi.
Bakteri Amilolitik merupakan mikroorganisme yang mampu memecah pati menjadi menjadi senyawa yang lebih sederhana, terutama dalam bentuk glukosa. Kebanyakan mikroorganisme Amilolitik tumbuh subur pada bahan pangan yang banyak mengandung pati atau karbohidrat, misalnya pada berbagai jenis tepung. Kebanyakan jenis mikroorganisme amilolitik adalah kapang, tetapi beberapa jenis bakteri juga ada, jenis yang mempunyai spesies bersifat Amilolitik misalnya Clostridium butyricium dan Bacillus subtilis.
Aktivitas proteolitik menghasilkan sedikit penggumpalan. Bakteri proteolitik adalah bakteri yang memproduksi enzim protease ekstraseluler, yaitu enzim pemecah protein yang diproduksi di dalam sel kemudian dilepaskan keluar dari sel. Bakteri Amilolitik merupakan mikroorganisme yang mampu memecah pati menjadi menjadi senyawa yang lebih sederhana, terutama dalam bentuk glukosa. Kebanyakan mikroorganisme Amilolitik tumbuh subur pada bahan pangan yang banyak mengandung pati atau karbohidrat. Semua bakteri mempunyai enzim protease di dalam sel, tetapi tidak semua mempunyai enzim protease ekstraseluler. Dekomposisi protein oleh mikroorganisme lebih kompleks daripada pemecahan karbohidrat dan produk akhirnya juga lebih bervariasi. Hal ini disebabkan struktur protein yang lebih kompleks.
Amilolitik merupakan aktivitas bakteri dalam merombak pati dengan bantuan enzim amilase. Enzim amilase adalah enzim yang mampu menghidrolisis pati menjadi senyawa lebih sederhana seperti maltosa dan glukosa. Bakteri Amilolitik merupakan mikroorganisme yang mampu memecah pati menjadi menjadi senyawa yang lebih sederhana, terutama dalam bentuk glukosa. Enzim ini banyak digunakan untuk keperluan industri. Enzim ini dapat memecah atau menghidrolisa pati, glikogen dan turunan polisakarida dengan cara memecah ikatan glikosidik pati. Enzim amilase dibedakan menjadi 3 grup yaitu α-amilase yang disebut juga endoamilase, β-amilase yang disebut juga eksoamilase dan glukoaminase.
Faktor yang mempengaruhi jumlah dan proporsi mikroba rumen diantaranya adalah Nutrisi yang teresedia yang terkonsentrasi dalam cairan rumen sebagai media utama seperti glukosa, asam nukleat, asam amino, peptida, amonia, dan mineral, Kebutuhan pemeliharaan hidup pokok dari mikroba, dan Perubahan sel mikroba dan perusakan oleh bakteriofage. Secara umum populasi mikroba rumen ditentukan oleh tipe dan zat makanan yang dikonsumsi ternak. Kandungan nutrisi dalam pakan untuk kebutuhan hidup pokok dari mikroba, menentukan kecepatan pertumbuhan dan populasi mikroba. Keadaan kelaparan atau kekurangan zat makanan dalam jangka panjang merupakan faktor utama penyebab berkurangnya mikroba rumen.
Ruminansia mempunyai kemampuan yang terbatas dalam mengontrol pH rumen. Rendahnya pH rumen terjadi dengan terakumulasinya asam laktat dalam rumen. Bakteri pemakai asam laktat tidak dapat merubah cukup cepat untuk mercega terjadinya akumulasi asam laktat dala rumen. Perubahan komposisi mikroba rumen berhubungan dengan penurunan pH rumen. Penurunan pH rumen dari 7 menjadi 5,5 secara umum berhubungan dengan keterlibatan biji-bijian dalam pakan. Pengaruhnya adalah merusak terhadap bakteri selulolitik.  Di dalam kondisi tersebut, bakteri amylolitik menjadi spesies menonjol dalam rumen. Mikroba rumen tidak dapat berkembang biak dalam rumen jika suplai nitrogen atau mineral terbatas.

0 comments:

Post a Comment

About Me

My photo
I'm the one who struggle with my own feeling. I feel like a player now.
 

The World With You Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review