LEMBAR HASIL KERJA
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
Judul Praktikum : Deteksi Bakteri Amilolitik dan Proteolitik dari Rumen
Nama/NIM mhsw : Wenny Saptalisa/08091004046
Kelompok : IV (empat)
Asisten :
Amelia Nur P.
Tanggal : 12 April 2012
I.
TUJUAN
Tujuan praktikum ini adalah :
II. DASAR TEORI
Proses
pencernaan makanan pada ternak ruminansia relatif lebih kompleks dibandingkan
proses pencernaan pada jenis ternak lainnya. Proses pencernaan pada ternak
ruminansia dapat terjadi secara mekanis di mulut, fermentatif oleh mikroba
rumen dan secara hidrolis oleh enzim-enzim pencernaan. pakanyang telah
berada dalam rumen dikembalikan ke mulut (proses regurgitasi), untuk dikunyah
kembali (proses remastikasi), kemudian pakan ditelan kembali (proses
redeglutasi). Selanjutnya pakan tersebut dicerna lagi oleh enzim-enzim mikroba
rumen. Kontraksi retikulo rumen yang terkoordinasi dalam rangkaian proses
tersebut bermanfaat pula untuk pengadukan digesta inokulasi dan penyerapan
nutrien.
Selain itu kontraksi
retikulorumen juga bermanfaat untukpergerakan digesta meninggalkan retikulorumen
melalui retikulo-omasal orifice. Di
dalam rumen terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya. Mikroba
rumen dapat dibagi dalam tiga grup utama yaitu bakteri, protozoa dan fungi.
Kehadiran fungi di dalam rumen diakui sangat bermanfaat bagi pencernaan pakan
serat, karena dia membentuk koloni padajaringan selulosa pakan. Rizoid fungi
tumbuh jauh menembus dinding sel tanaman sehingga pakan lebih terbuka untuk
dicerna oleh enzim bakteri rumen.
Bakteri rumen dapat
diklasifikasikan berdasarkan substrat utama yang digunakan, karena sulit
mengklasifikasikan berdasarkan morfologinya. Kebalikannya protozoa
diklasifikasikan berdasarkan morfologinya sebab mudah dilihat berdasarkan
penyebaran silianya. Beberapa jenis bakteri yang dilaporkan oleh Hungate (1966)
adalah bakteri pencerna selulosa yaitu Bakteroides succinogenes, Ruminococcus flavafaciens, Ruminococcus
albus, Butyrifibriofibrisolvens. Bakteri pencerna hemiselulosa yaitu Butyrivibrio fibrisolvens, Bakteroides
ruminocola, Ruminococcus sp.. Bakteri pencerna pati yaitu Bakteroides
ammylophilus, Streptococcus bovis, Succinnimonas amylolytica. Bakteri
pencerna gula yaitu Triponema bryantii,
Lactobasilus ruminus. Bakteri pencerna protein Clostridium sporogenus, Bacillus licheniformis.
Protozoa rumen diklasifikasikan
menurut morfologinya yaitu holotrichs yang mempunyai silia
hampir diseluruh tubuhnya dan mencerna karbohidrat yang fermentabel, sedangkan oligotrichs
yang mempunyai silia sekitar mulut umumnya merombak karbohidrat yang lebih
sulit dicerna. Di dalam rumen terdapat populasi mikroba yang cukup banyak
jumlahnya. Mikroba rumen dapat dibagi dalam tiga grup utama yaitu bakteri,
protozoa dan fungi.
Bakteri Amilolitik
merupakan mikroorganisme yang mampu memecah pati menjadi menjadi senyawa yang
lebih sederhana, terutama dalam bentuk glukosa. Kebanyakan mikroorganisme
Amilolitik tumbuh subur pada bahan pangan yang banyak mengandung pati atau
karbohidrat, misalnya pada berbagai jenis tepung. Kebanyakan jenis
mikroorganisme amilolitik adalah kapang, tetapi beberapa jenis bakteri juga
ada, jenis yang mempunyai spesies bersifat Amilolitik misalnya Clostridium
butyricium dan Bacillus
subtilis.
Aktivitas proteolitik
menghasilkan sedikit penggumpalan. Bakteri proteolitik adalah bakteri yang
memproduksi enzim protease ekstraseluler, yaitu enzim pemecah protein yang
diproduksi di dalam sel kemudian dilepaskan keluar dari sel. Bakteri Amilolitik
merupakan mikroorganisme yang mampu memecah pati menjadi menjadi senyawa yang
lebih sederhana, terutama dalam bentuk glukosa. Kebanyakan mikroorganisme
Amilolitik tumbuh subur pada bahan pangan yang banyak mengandung pati atau
karbohidrat. Semua bakteri mempunyai enzim protease di dalam sel, tetapi tidak
semua mempunyai enzim protease ekstraseluler. Dekomposisi protein oleh
mikroorganisme lebih kompleks daripada pemecahan karbohidrat dan produk
akhirnya juga lebih bervariasi. Hal ini disebabkan struktur protein yang lebih
kompleks.
Amilolitik merupakan
aktivitas bakteri dalam merombak pati dengan bantuan enzim amilase. Enzim
amilase adalah enzim yang mampu menghidrolisis pati menjadi senyawa lebih
sederhana seperti maltosa dan glukosa. Bakteri Amilolitik merupakan
mikroorganisme yang mampu memecah pati menjadi menjadi senyawa yang lebih
sederhana, terutama dalam bentuk glukosa. Enzim ini banyak digunakan untuk
keperluan industri. Enzim ini dapat memecah atau menghidrolisa pati, glikogen
dan turunan polisakarida dengan cara memecah ikatan glikosidik pati. Enzim
amilase dibedakan menjadi 3 grup yaitu α-amilase yang disebut juga endoamilase,
β-amilase yang disebut juga eksoamilase dan glukoaminase.
Faktor yang mempengaruhi
jumlah dan proporsi mikroba rumen diantaranya adalah Nutrisi yang teresedia
yang terkonsentrasi dalam cairan rumen sebagai media utama seperti glukosa,
asam nukleat, asam amino, peptida, amonia, dan mineral, Kebutuhan pemeliharaan
hidup pokok dari mikroba, dan Perubahan sel mikroba dan perusakan oleh
bakteriofage. Secara umum populasi mikroba rumen ditentukan oleh tipe dan zat
makanan yang dikonsumsi ternak. Kandungan nutrisi dalam pakan untuk kebutuhan
hidup pokok dari mikroba, menentukan kecepatan pertumbuhan dan populasi
mikroba. Keadaan kelaparan atau kekurangan zat makanan dalam jangka panjang
merupakan faktor utama penyebab berkurangnya mikroba rumen.
Ruminansia mempunyai
kemampuan yang terbatas dalam mengontrol pH rumen. Rendahnya pH rumen terjadi
dengan terakumulasinya asam laktat dalam rumen. Bakteri pemakai asam laktat
tidak dapat merubah cukup cepat untuk mercega terjadinya akumulasi asam laktat
dala rumen. Perubahan komposisi mikroba rumen berhubungan dengan penurunan pH
rumen. Penurunan pH rumen dari 7 menjadi 5,5 secara umum berhubungan dengan
keterlibatan biji-bijian dalam pakan. Pengaruhnya adalah merusak terhadap
bakteri selulolitik. Di dalam kondisi tersebut, bakteri amylolitik menjadi
spesies menonjol dalam rumen. Mikroba rumen tidak dapat berkembang biak dalam
rumen jika suplai nitrogen atau mineral terbatas.

0 comments:
Post a Comment